Thursday, 24 November 2022

Inilah letak perbedaan SSD dan HDD


Pada dasarnya, SSD dan HDD memiliki fungsi yang sama yaitu menyimpan aplikasi dan file pribadi serta menjalankan booting sistem. Jika Anda ingin menambahkan kecepatan pada PC desktop atau laptop lama, atau jika Anda sedang memilih drive untuk PC khusus, server, atau sistem khusus, bagaimana cara Anda menentukan pilihan? Apakah sebaiknya Anda memilih SSD (solid-state drive) atau HDD (hard disk drive)?

Pertama, keduanya dirancang dengan cara yang sangat berbeda. SSD dibuat menggunakan teknologi penyimpanan non-volatile yang disebut flash NAND, dan tidak memerlukan daya untuk menyimpan data.

Sejak pertengahan tahun 1950, komputer telah menggunakan HDD yang fungsinya didasarkan piringan berputar magnetis. HDD menggunakan head bergerak yang membaca dan menulis data ke piringan yang berputar atau disk. HDD adalah perangkat mekanis dengan banyak bagian yang bergerak dan lebih rentan terhadap kesalahan dan kegagalan mekanis karena kondisi lingkungan seperti panas, dingin, goncangan, dan getaran.

Perbedaan SSD dan HDD

Berikut ini adalah perbedaan HDD vs SSD dari berbagai aspek:

1. Perbedaan Dari Segi Cara Kerja

Cara kerja SSD dan HDD menjadi perbedaan paling mendasar yang bisa ditemukan.

Jika HDD yang selama ini kita gunakan memanfaatkan perpaduan antara sistem mekanik dan elektrik sebagai komponen penunjang performa, maka SSD lebih mengarah ke sistem full-elektrik tanpa adanya part yang bergerak ketika proses penulisan maupun pembacaan data.

Ibarat kata, cara kerja SSD mirip seperti proses transfer data yang biasa kita temukan di microSD, RAM, atau USB Flashdisk.

Sedangkan cara kerja HDD lebih menyerupai FloppyDisk (disket)

2. Perbedaan Kecepatan Baca dan Tulis Data

Bicara soal kecepataan baca dan tulis data, Solid State Drive (SSD) lebih bisa diandalkan karen mampu unggul hingga delapan kali lipat dari kecepatan baca dan tulis yang dimiliki HDD.

Bahkan, sektor kecepatan bisa dibilang menjadi faktor paling krusial yang membuat pengguna mau beralih dari HDD ke SSD secara suka rela, meski harus menyisihkan budget ekstra.

3. Perbedaan Ukuran dan Bentuknya

Perbedaan berikutnya bisa dilihat dari segi ukuran dan bentuk, dimana HDD memiliki dimensi lebih besar dari SSD.

Jadi, bagi Anda yang ingin memiliki media penyimpanan ringkas sekaligus berpeforma tinggi Solid State Drive (SSD) bisa menjadi jawaban yang tepat untuk mengakomodir kebutuhan Anda.

4. Batas Usia HDD vs SSD

SSD memiliki batas umur. Setiap kali Anda menulis ulang data di SSD, SSD akan mengalami penurunan kualitas. Kualitas ini diukur dengan satuan bernama Terabytes Written (TBW). 

Tapi, jangan khawatir. SSD punya teknologi TRIM command yang bisa mengoptimasi TBW. Sehingga, SSD bisa memperbaharui sistem yang usang setiap akan mulai pemrosesan data. 

Dengan sistemnya ini, SSD bisa lebih awet dan TBW-nya lebih bisa diketahui. Hal tersebut membuat SSD jadi lebih mudah untuk diupgrade sebelum benar-benar rusak. Menurut perkiraan, SSD bisa awet kira-kira selama 10 tahun.

Sama seperti SSD, HDD juga punya batas maksimal pemakaian. Batas itu bernama Mean Time Between Failure (MTBF). Setiap pemrosesan data akan membuat MTBF makin dekat. Jadi, Anda harus mengganti HDD ketika mencapai MTBF. 

Sayangnya, kapan HDD Anda mencapai MTBF tidak bisa diprediksi secara pasti. Itu mengapa, banyak kasus kehilangan data ketika HDD mencapai MTBF-nya. Namun, untuk patokan, umur pemakaian HDD hanya sekitar 3 hingga 5 tahun saja. 

5. Kenyamanan HDD vs SSD

SSD memproses data dengan sistem digital. Jadi, saat laptop atau komputer berjalan mengolah data, tidak ada suara berisik dari komputer. 

Tak hanya itu saja. Sistem digital tidak memiliki pergerakan. Jadi, laptop dan komputer Anda tidak cepat overheat. 

Hal itu tentu berbeda ketika Anda menggunakan HDD. HDD menggunakan sistem mekanik dengan piringan cakram bergerak. Jadi, saat memproses data, komputer dengan HDD akan menimbulkan suara berisik dan overheat. 

6. Harga HDD vs SSD

SSD memiliki harga yang lebih mahal dibanding HDD. Dengan kisaran harga Rp600 ribu Anda baru mendapatkan SSD dengan kapasitas 256 GB saja.Dengan kisaran harga yang sama, Anda bisa mendapatkan HDD dengan kapasitas 1 TB. 



0 comments:

Post a Comment